Alkisah ada seorang wartawan yang hendak mendata alamat e-mail anggota DPRD di sebuah kota.. satu persatu para anggota dewan yang terhormat ditanya “maaf, bapak punya e-mail?.. berikut sebagian jawaban mereka..
Bp. Dudik : Maaf, saya sedang tidak punya e-mail.. kemarin dibelikan satu oleh ajudan saya tetapi rusak, belum sempat saya perbaiki… (emang email merek mobil apa y….. )
Bp. Darman : Aduh, sebenarnya sebelum jadi anggota DPRD saya memiliki email.. tetapi karena kesibukan dan padatnya aktivitas saya menyerap aspirasi warga, e-mail saya jarang dipakai.. (sampai jawaban ini, wartawan senang karena mengira si bapak melek e-mail)… akhirnya bulan kemarin saja jual saja ke pasar kabupaten.. (hahahahahaha….)
Bp. Harul : begini mas, bukannya saya gak mau punya, bukan pula saya gak pengen.. tetapi saya ini orangnya sederhana, merakyat (wah, cukup peduli juga si bapak dengan ketidakmerataan akses internet bagi rakyat), dan yang paling utama.. saya ini cinta produk dalam negeri… jadi tidak mau pake barang-barang luar negeri seperti e-mail itu, lihat, HP saya saja masih merk lama… (?????????)
Ibu Sutinah : Tentu saja punya toh mas, saya ini termasuk orang yang rajin sikat gigi.. makanya email saya sehat, putih dan bersih…… (email gigi y bu????)
lanjutan ceritanya…
karena jawabannya tidak sesuai keinginan, sang wartawan esoknya merubah pertanyaan ketika mewawancara anggota dewan yang lain menjadi: boleh saya minta alamat e-mail bapak?
Bapak Abu : Jl. Cemara V no. 27… tapi kalau mau ke sana telp dulu mas, jadi bisa tahu saya ada di sana atau tidak..
Bapak Darmo : Maaf mas, saya tidak punya e-mail (weew, nyambung nih bapak).. daerah puncak itu kan resapan air.. nanti malah jadi banjir kalau terlalu banyak (ooh, ternyata dikira sejenis villa toh e-mail ini.. )
sejak saat itu sang wartawan memilih beralih profesi menjadi wartawan gosip saja..
Design by Simon Fletcher. Powered by Tumblr.
© Copyright 2010